Sistem Perekonomian Perencanaan (Etatisme/Sosialis)

Sistem perekonomian perencanaan merupakan sistem perekonomian yang menghendaki kemakmuran masyarakat dengan tidak adanya penindasan ekonomi. Ajaran Karl Max merupakan dasar yang digunakan dalam sistem ekonomi Etatisme/Sosialis. Dia berpendapat bahwa semua pihak akan memiliki untung yang sama jika kepemilikan pribadi dihapuskan, yang akhirnya tidak akan memunculkan masyarakat yang berkelas-kelas. Pemerintah merupakan aktor penting dalam keberhasilan Sistem perencanaan, karena pemerintahlah yang mengawasi jalannya sistem ini.

Uni Soviet merupakan salah satu negara yang dulu menganut prinsip sosialisme, namun gagal dalam menjalankannya sebagai cara hidup baik secara ekonomi, moral, maupun sosial dan politik. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya kemampuan pemerintah pusat untuk menangani seluruh masalah yang muncul, baik di tingkat pusat maupun ditingkat daerah. Selain itu, pada kenyataannya telah terjadi banyak penyelewengan yang dilakukan oleh pemerintah.. Negara yang menganut sistem ekonomi etatisme/sosialis sudah tidak ada lagi.

Secara umum karakteristik dari sistem ekonomi sosialis terencana adalah :
1)Semua sumber daya ekonomi dimiliki dan dikuasai oleh negara.
2)Seluruh kegiatan ekonomi harus diusahakan bersama. Semua perusahaan milik negara sehingga tidak ada perusahaan swasta.
3)Segala keputusan mengenai jumlah dan jenis barang ditentukan oleh pemerintah.
4)Harga-harga dan penyaluran barang dikendalikan oleh negara.
5)Semua warga masyarakat adalah karyawan bagi negara

Referensi :

http://zainal33.wordpress.com/2012/05/07/sistem-perekonomian-indonesia/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s